Warga Jawa Dukung Chairuman-Fadly Membangun Dari Desa

69413_109063109258905_708773812_nMedan, 2/12 (ANTARA) – Sejumlah warga menyatakan siap mendukung program pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Chairuman Harahap-Fadly Nurzal yang berkomitmen memajukan pembangunan di provinsi itu mulai dari desa.

“Program pembangunan dimulai dari desa yang digagas Chairuman-Fadly adalah langkah tepat untuk mempercepat pemerataan pembangunan,” kata Ketua Harian Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) Kabupaten Langkat Usman Effendi di Medan, Minggu.

Ia menilai kinerja pembangunan di sejumlah desa di Sumut masih belum terealisasi secara maksimal, di antaranya berupa sarana infrastruktur jalan raya dari desa ke ibu kota kecamatan, Puskesmas, jaringan sarana irigasi, gedung sekola, dan listrik.

Di Kabupaten Langkat, misalnya, masih banyak badan jalan menuju pelosok desa yang belum beraspal, sehingga sangat menyulitkan warga setempat untuk membawa hasil panen mereka ke kota.

Selain infrastruktur jalan, lanjut Usman, hanya sebagian kecil areal persawahan petani yang terjangkau jaringan irigasi, padahal sebagian besar warga desa di Langkat hingga kini masih mengandalkan sumber penghasilan dari sektor pertanian, terutama subsektor pertanian tanaman pangan.

“Bagaimana harga jual panen petani bisa meningkat jika jalan menuju ke sejumlah sentra produksi sulit dijangkau kendaraan roda empat,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi sarana infrastrukur jalan dan irigasi yang buruk menjadi faktor yang membuat masyarakat di pedesaan sulit meningkatkan kesejahteran mereka.

Menyikapi hal itu, FKWJ Kabupaten Langkat menyatakan sepakat mendukung program pembangunan dimulai dari desa yang akan diwujudkan Chairuman-Fadly jika mereka kelak terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2013-2018.
Pernyataan senada juga diungkapkan tokoh masyarakat Kota Binjai Sukiwi Tjong. Menurut dia, porsi anggaran pembangunan sarana infrastruktur untuk menunjang aktivitas perekonomian di sejumlah kabupaten/kota di Sumut masih relatif sedikit untuk wilayah pedesaan.

Seharusnya, kata dia, wilayah pedesaan yang perlu mendapat porsi anggaran pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, jembatan, irigasi, Puskesmas, serta sarana dan prasarana pendidikan.

“Upaya percepatan pemerataan pembangunan masih sulit terwujud jika kebijakan dan orientasi pembangunan belum secara maksimal mengakomodasi kebutuhan masyarakat di pedesaan,” kata Sukiwi.

Sementara itu, Chairuman Harahap kembali menegaskan bahwa perbaikan kesejahteraan masyarakat di sejumlah desa di daerah itu sulit terwujud tanpa didukung optimalisasi pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur yang baik.

“Desa-desa di Sumatera Utara sebenarnya memiliki potensi dan kontribusi besar untuk menopang ekonomi perkotaan, tetapi justru sarana infrastruktur di sejumlah desa belum dibenahi dan ditata secara baik,” katanya.

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI ini, program pembangunan dimulai dari desa yang digagasnya bersama Fadly Nurzal cara efektif memperbaiki keterpurukan ekonomi masyarakat di sejumlah desa, termasuk desa nelayan.

Chairuman juga menyatakan akan menerapkan program kebijakan pemberian dana minimal Rp100 juta per desa setiap tahun untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Dana tersebut nantinya akan dikelola oleh masing-masing kelompok usaha ekonomi rakyat di pedesaan dan penggunaannya diawasi oleh institusi yang ditunjuk oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s