10 Muharram Tonggak Menuju Perubahan

MEDAN – Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumut Fadly Nurzal menjelaskan 10 Muharam disetiap tahun jangan dimaknai secara dangkal. Sebab 10 Muharam berdasarkan sejarah Islam merupakan tonggak awal untuk melakukan perubahan lebih baik.

Pernyataan itu disampaikan Fadly Nurzal yang saat ini maju sebagai calon Wakil Gubsu berpasangan dengan Chairuman Harahap, pada peringatan 10 Muharam 1434 Hijriah, dirangkai acara tabligh akbar pengajian ibu-ibu di kawasan Jalan Garu VI Kecamatan Medan Aplas.

Dijelaskan Fadly, untuk melakukan sebuah perubahan besar, dibutuhkan komitmen dan loyalitas yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder. Sejarah Islam mencatat pada tanggal 10 Muharam terjadi sejumlah peristiwa berkaitan dengan para nabi yang diutus Allah SWT. Di antaranya Nabi Adam diciptakan, diampunkan dosanya.

Nabi Idris diangkat derajatnya, Nabi Nuh dan para pengikutnya selamat dari banjir besar dan Nabi Ibrahim dilahirkan dan diselamatkan dari api Raja Namrud. “Inilah sederet sejarah penting yang terjadi pada 10 Muharam dan itu terkait dengan upaya melakukan perubahan ke arah lebih baik,” ujarnya.

Terkait komitmen dan loyalitas melakukan perubahan, menurut Fadly kaum perempuan merupakan hamba Allah yang memiliki loyalitas permanen. Artinya, kaum perempuan ketika mengambil suatu kebijakan atau keputusan, hal itu akan dijaga dan dipertahankannya. Oleh karena itu, Islam memberikan tempat mulia bagi kaum perempuan.

“Bila kaum perempaun sudah bertekad dan bersatu untuk melakukan perubahan, hampir dapat dipastikan perubahan itu akan terjadi. Termasuk pada Pilgubsu 2013 nanti, bila kaum perempuan telah menentukan pasangan yang akan dipilih, maka pasangan itu akan menang. Mudah-mudahan, kaum perempaun yang ada disini memilih pasangan Chairuman Harahap-Fadly Nurzal,”ucapnya.

Lebih lanjut Fadly menjelaskan, dalam lingkup rumah tangga, perempuan juga memiliki peran yang sangat penting. Terutama dalam menata dan menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah. Kalau dalam politik, hubungan antara kaum ibu dan kaum bapak, seperti antara anggota dewan dengan pemerintah. Anggota dewan bertugas melakukan pengawasan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sementara pemerintah adalah pengambil kebijakan dan keputusan.

“Oleh karena itu, harus ada hubungan sinergis antara anggota dewan dan pemerintah, sama dengan kaum ibu dan kaum bapak hubungan juga harus sinergis agar tercipta kerukunan dan ketenangan dalam keluarga,”sebut Fadly.

Hadir pada acara tersebut, Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Medan Ahmad Parlindungan, Sekretaris DPC PPP Kota Medan Irsal Fikri, Wakil Sekretaris Mursal Harahap, pengurus PW GMPI Sumut Ahmadi Saputra Purba dan undangan lainnya.

By Harahap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s