Kemajuan Bangsa Tergantung Pada Guru

MEDAN – Penasehat PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumut yang juga Ketua DPW PPP Sumatera Utara H. Fadly Nurzal, S.Ag menyebutkan, saat ini ada upaya sistematis membenturkan antara guru dan murid. Itu bagian dari upaya untuk mengaburkan keberadaan guru, sehingga guru dituntut bekerja sebatas jam kerja.
Pernyataan itu disampaikan Fadly Nurzal, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan pelaksanaan olimpiade Pendidikan Agama Islam untuk tingkat Madrasah Se-Sumatera Utara, Rabu (28/11) di Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan. Acara tersebut dilaksanakan Ikatan Guru dan Dosen (IGDA) Al-Jam’iyatul Washliyah Sumut, dalam rangka memperingati hari guru.
Padahal kata Fadly, guru merupakan sosok teladan bagi murid-muridnya, sehingga guru tidak hanya memberikan pengajaran di sekolah tapi juga di luar sekolah. Saat ini, yang terjadi adalah, pengkebirian guru di mata murid. Sehingga murid tidak lagi menghargai guru.
”Dulu, kita sangat tidak berani membantah guru, karena dulu guru diposisikan sebagai pengajar sekaligus orangtua,”jelasnya.
Lebih lanjut Fadly menyampaikan, guru adalah orang yang membentuk masa depan setiap manusia. Guru adalah orang-orang yang memegang pelita pencerahan, pengetahuan, dan kemakmuran. Setiap bangsa yang tidak menghormati pembawa pelita, tak pernah bisa makmur dan akan selalu tetap berada dalam kegelapan. Kemajuan masyarakat tergantung pada guru.
Orang tanpa pengetahuan dan kecerdasan lebih buruk dari hewan. Pendidikan membuat kita manusia dan memungkinkan kita untuk merasakan potensi diri yang kita semua membawa dalam pikiran kita. Semua penghargaan itu pergi ke guru yang memungkinkan setiap manusia untuk menemukan potensi ini.
”Guru adalah seperti lilin terang yang menunjukkan kepada kita jalan yang benar,”kata Fadly yang saat ini maju sebagai Calon Wakil Gubsu berpasangan dengan Chairuman Harahap.
Dibagian lain, Pimpinan Wilayah Al-Jam’iyatul Washliyah Sumut, di Wakili Wakil Ketua DR. Azhar Sitompul pada kesempatan itu, menyampaikan dunia pendidikan jangan hanya mengandalkan rasionalitas. Tapi juga harus menggunakan hati nurani. Untuk itu, Azhar menyebutkan harus ada keseimbangan antara ilmu pengatahuan dan ahklah mulia.
”Sama seperti kehidupan, harus seimbang antara kebutuhan duniawi dan ukhrowi,”ucapnya.
Acara pembukaan olimpiade ini dihadiri seratusan siswa madrasah dari sejumlah kabupaten kota. ”Olimpiade ini digelar dalam rangka mendekatkan berbagai teknologi dan peningkatan wawasan bagi murid madrasah,”jelas ketua panitia pelaksana Olimpiade Rahmad Jamil, S.Ag.
Selain para peserta olimpiade didampingi guru masing-masing, juga tampak hadir beberap pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di antaranya Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut Faisal Hutabarat dan Wakil Sekretaris DPC PPP Kota Medan Mursal Harahap.

FOTO BERSAMA – Penasehat PW Alwashliyah Sumut H Fadly Nurzal, S.Ag yang juga Calon Wakil Gubsu foto bersama dengan guru dan murid madrasah peserta Olimpiade, usai acara pembukaan, di Asrama Haji Medan.

By Harahap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s