PPP Medan bantu 30 Zak Semen Untuk Pembangunan Mesjid

MEDAN | DNA – Sejak berdirinya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di era tahun tujuh puluhan sampai sekarang, partai berlambang Ka’bah ini tidak pernah berhenti dan bosan membela kepentingan Ummat Islam. Termasuk salah satu diantaranya adalah keprihatinan yang mendalam terhadap pengerusakkan, penghancuran dan perubuhan sejumlah masjid di Kota Medan.

Terhadap perubuhan dan penggusuran masjid ini, kader PPP telah turun dan bergabung bersama para pejuang aktivis Islam pembela masjid melakukan penentangan dan meminta pemerintah daerah untuk bertindak arif dan tidak lagi mengeluarkan rekomendasi terhadap penggusuran masjid-masjid (ruislag) demi kepentingan pengembangan usaha dan perekonomian developer.

Selain sejumlah kader PPP yang tidak pernah surut menentang penghancuran dan mempertahankan masjid-masjid yang akan dirubuhkan dan diratakan dengan tanah oleh pengusaha kafir yang zholim. PPP juga memperlihatkan perhatian serius dan dukungan yang besar terhadap pembangunan kembali masjid-masjid yang telah diruntuhkan oleh developer yang lebih mengutamakan kepentingan bisnis dari pada kemaslahatan ummat ini.

Pada pertengahan bulan Ramadhan 1433 Hijriyah yang lalu DPC PPP Kota Medan memberikan bantuan 30 zak semen untuk pendirian pembangunan Masjid Raudhatul Islam Jalan Putri Hijau/ Jalan H. Adam Malik Gang Peringatan Kelurahan Silalas – Medan Barat yang telah dirusak, dirubuhkan dan diratakan dengan tanah oleh developer PT Jatimasindo dekade 11 April 2011 yang lalu.

“Bantuan materiil 30 zak semen yang langsung diterima Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Raudhatul Islam Asmui Parinduri dan para aktivis Islam pembela masjid tersebut merupakan perwujudan dukungan PPP terhadap pembangunan kembali Masjid Raudhatul Islam. Karena kita sangat tidak sefaham dan menentang keras perubuhan-perubuhan masjid apalagi yang tidak merujuk pada Syariat Islam dan Undang-Undang NKRI,” tegas Ketua DPC PPP Kota Medan Aja Syahri, SAg kepada DNABerita Selasa (28/8/2012) di sekretariat Jalan Sekip Baru 44 Medan.

Menurut Dewan Penasehat dan Pembina Aktivis Pembela Izzah Islam (APII) Sumatera Utara ini, penghancuran masjid-masjid yang nota bene merupakan Rumah Allah dan rumah ibadah Ummat Islam ini dapat dikategorikan sebagai penghinaan terhadap Ummat Islam. Selain merugikan Ummat Islam, perubuhan masjid ini bisa menjadi isu potensial pemecah belah kerukunan ummat beragama khususnya di Kota Medan yang jauh sebelum hidup rukun, aman dan kondunsif.

Mengingat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 ( UU tentang Waqaf) bahwa masjid termasuk waqaf baik dilafazkan secara langsung maupun tidak. Maka semua pihak yang terlibat didalam penghancuran, perubuhan dan pemindahan (ruislag) wajib mengacu dan berpedoman kepada undang-undang tersebut . Para pengembang yang akan memulai usahanya pada sebuah lahan yang disana pada lokasi lahan tersebut terdapat bangunan masjid, diinstruksikan mesti berhati-hati dengan mempelajari semua aspek hukum dan kemaslahatan yang terkait didalamnya.

Lebih lanjut Aja Syahri menegaskan, semua pihak harus menghormati, tunduk dan patuh terhadap surat edaran Pemerintah Kota Medan dan Surat Edaran Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara yang diantaranya menegaskan tidak akan ada lagi perubuhan masjid demi dan untuk kepentingan usaha developer.

Maka untuk selanjutnya sebagai warga negara yang memiliki kedudukan dan hak yang sama dalam tatanan hukum, kehidupan berstatus sosial dan agama maka kita mengingatkan para penggiat ekonomi mesti berhati-hati, cerdik dan cermat sebelum akhirnya malah menimbulkan perkara dan kerugian yang fatal, cetus Aja Syahri mewanti-wanti.(sam/sugandhi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s