FPPP DPRD-SU Sesalkan Penanganan Aek Latong

MEDAN – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPRD Sumut H Fadly Nurzal, S.Ag sangat menyesalkan penanganan jalur transportasi Aek Latong. Pasalnya hingga saat ini, ruas jalan yang sangat vital tersebut belum tertangani secara serius. Bahkan kesan yang ditangkap masyarakat, penanganan jalan itu hanya sekedar life service dari pemerintah.
Peryataan itu disampaikan Fadly Nurzal yang saat ini maju sebagai Calon Wakil Gubsu berpasangan dengan Chairuman Harahap, menjawab pertanyaan wartawan kemarin di Medan terkait longsornya kembali jalan Aek Latong baru-baru ini.
Disebutkan Fadly, dari tahun ke tahun penanganan jalan Aek Latong tidak ada progres sama sekali. Padahal keberadaan jalan itu sangat penting, karena jalan itu merupakan akses dan jalur arus barang antar daerah dan provinsi, khususnya untuk pantai barat.
Padahal lanjut Fadly, jika ruas jalan Aek Latong baik, maka ada dua manfaat besar yang bisa didapatkan masyarakat. Pertama dari sisi ekonomi, ruas jalan Aek Latong merupkan jalur utama dalam mengangkut barang dan orang. Jika kondisi jalannya baik, maka akan memberi pengaruh besar terhadap peningkatan dan pertumbuhan perekonomian. Kedua, secara budaya dimana jalan Aek Latong merupakan akses untuk pertukaran dan perkembangan budaya antar masyarakat.
”Saya sebagai ketua FPPP DPRD Sumut sudah berulangkali mengingatkan pemerintah provinsi agar serius menanangi jalan Aek Latong. Tapi hingga saat ini belum ada kemajuan signifikan dan kita sangat kecewa,”katanya.
to bang niko_aek latong

Memang kata Fadly, Status Aek Latong adalah jalan nasional. Namun, Pemprovsu sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat harus mampu menyakinkan kementerian terkait untuk menangani jalan tersebut. ”Lagi-lagi saya ingin sampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada progres penanganan jalan Aek Latong,”ucapnya.
Fadly juga mengaku tidak memahami pola pikir pemerintah yang membiarkan kondisi Aek Latong berlarut-larut. Apakah menunggu jalan Aek Latong terbelah dan memakan lebih banyak korban, baru pemerintah melakukan penanganan secara serius.
Harusnya sebut Fadly, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi memahami bahwa membiarkan jalur transportasi Aek Latong dalam kondisi buruk sama dengan menghambat perkembangan dan pertumbuhan pantai barat. ”Kita berharap pemerintah tidak hanya memberikan janji pelipur lara masyarakat, tapi memberi bukti dengan menangani jalan Aek Latong secara baik,”ujarnya.
Kementerian Pekerjaan Umum yang pernah berjanji bahwa pembangunan jalan alternatif batas kabupaten Tapanuli Utara – Sipirok (Kab. Tapanuli Selatan) Provinsi Sumatera Utara sepanjang 2,9 kilometer untuk pengalihan jalan nasional dipastikan selesai pada pertengahan Desember 2012. Namun hingga awal tahun 2013, janji pemerintah itu belum juga terealisasi. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s